Rabu, 18 November 2015

dakwah multimedia



          PERLUNYA MEDIA DAKWAH
I.       PENDAHULUAN
     Dakwah merupakan suatu rangkaian kegiatan atau proses, dalam rangka  mencapai suatu tujuan tertentu. Di zaman kemajuan sekarang ini dakwah tidaklah cukup disampaikan  dengan lisan belaka tanpa bantuan alat-alat modern yang sekarang ini terkenal dengan sebutan alat-alat komunikasi massa, yaitu pers (percetakan), radio, film, dan televisi. Kata- kata terucapkan dari manusia hanya dapat menjangkau jarak yang sangat terbatas, sedang dengan alat-alat komunikasi massa itu jangkauan dakwah tidak lagi terbatas pada waktu dan ruang.[1]
     Dakwah dapat berjalan secara efektif dan efisien apabila terlebih dahulu mengidentifikasi dan mengantisipasi masalah – masalah yang muncul dan bakal muncul dan dilengkapi dengan pengenalan objek secara tepat.[2]Untuk menyampaikan pesan dakwah, seorang juru dakwah (da'i) dapat menggunakan berbagai macam media dakwah,  baik itu media modern (media elektronika) maupun media tradisional (Azis, 2004 : 20)
     Media tradisional dalam dakwah menggunakan berbagai macam seni pertunjukan yang dipentaskan didepan umum terutama sebagai sarana hiburan yang memiliki sifat komunikatif, seperti seni ketoprak, karawitan, wayang, seni teater, dan sebagainya.
      Dengan demikian mempermudah bagi juru dakwah untuk menyampaikan dakwah dan juga agar mudah di pahami oleh sasaran dakwah ( mad'u ), maka sebaiknya dakwah dilakukan dengan menggunakan salah satu media yang ada. Hal ini untuk menyesuaikan keadaan masyarakat yang tidak sama, disatu sisi sudah modern disisi lain masih tradisional[3]
II.    RUMUSAN MASALAH
l  Pengertian dan Definisi dakwah
l  Media Dakwah
l  Prinsip-prinsip Media Dakwah
l  Karakteristik jenis-jenis Media Massa
III. PEMBAHASAN
u Pengertian Dan Definisi Dakwah
1.      Arti Dakwah Menurut Bahasa (etimologi)
 Ditinjau dari segi etimologi atau asal kata ( bahasa), dakwah berasal dari Bahasa Arab, yang berarti "panggilan, ajakan atau seruan"
2.      Arti Dakwah Menurut istilah (semantik)
   Dakwah menurut arti istilahnya mengandung beberapa arti yang beraneka ragam. Banyak Ahli Ilmu Dakwah dalam memberikan pengertian atau definisi terhadap istilah dakwah terdapat beraneka ragam pendapat. Hal ini tergantung pada sudut pandang mereka didalam memberikan pengertian kepada istilah tersebut. Sehingga antara definisi menurut ahli yang satu dengan lainnya senantiasa terdapat perbedaan dan kesamaan. Untuk lebih jelasnya di bawah akan disajikan beberapa definisi dakwah.
    Menurut Drs.Hamzah Yaqup dalam bukunya" Publisistik Islam memberikan pengertian dakwah dalam islam ialah " mengajak umat manusia dengan hikmah kebijaksanaan untuk mengikuti petunjuk  Allah dan RasulNya". (47: 9)
   Dalam Al Quran surat An-Nahl ayat 125 disebutkan bahwa dakwah adalah mengajak umat manusia kejalan Allah dengan cara yang bijaksana, nasihat yang baik serta berdebat dengan cara yang baik pula.[4] 
u MEDIA DAKWAH
1.      Pengertian Media (wasilah) dakwah
     Media dakwah adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan materi dakwah (ajaran islam) kepada mad'u. Untuk menyampaikan ajaran islam kepada umat, dakwah dapat menggunakan wasilah. Hamzah Yaqup membagi wasilah dakwah menjadi lima macam, yaitu:
a)      Lisan : Merupakan wasilah dakwah yang paling sederhana menggunakan lidah dan suara, dakwah dengan wasilah ini dapat berbentuk pidato, ceramah, kuliah, bimbingan, penyuluhan, lagu, musik dan sebagainya.
b)      Tulisan : Merupakan wasilah dakwah yang menggunakan buku, majalah, surat kabar, surat menyurat, spanduk dan sebagainya.
c)      Lukisan : Merupakan wasilah dakwah yang menggunakan gambar, karikatur dan sebagainya.
d)     Audio Visual : Merupakan wasilah dakwah yang merangsang indra pendengaran atau lpenglihatan dan kedua-duanya.seperti: televisi, film, internet dan sebagainya.
e)      Akhlak : Merupakan wasilah dakawah dengan menggunakan perbuatan- perbuatan nyata yang mencerminkan ajaran islam dapat dinikmati serta didengarkan oleh mad'u[5]
2.      Peranan Media Dakwah
     Dalam artian sempit media dakwah dapat diartikan sebagai alat bantu dakwah, atau yang populer di dalam proses belajar mengajar disebut dengan istilah "alat peraga". Alat bantu berarti media dakwah memiliki peranan atau kedudukan sebagai penunjang tercapainya tujuan. Artinya proses dakwah tanpa adanya media masih dapat mencapai tujuan.
3.      Alasan Pentingnya Media Dakwah
     Dakwah adalah suatu proses yang kompleks dan unik. Kompleks artinya di dalam proses dakwah mengikut sertakan keseluruhan aspek kepribadian, baik bersifat jasmani maupun rohani. Sedangkan unik artinya didalam proses dakwah sebagai objek dakwahnya terdiri dari berbagai macam perbedaan, sperti berbeda dalam kemampuan, kehendak, sifat, kebudayaan, ideologi, filsafat dan sebagainya. Proses dakwah tersebut agar mencapai tujuan yang efektif dan efesien, da'i harus mengorganisir komponen-komponen (unsur) dakwah secara baik dan tepat. Salah satu komponen adalah media dakwah.[6]
    
u PRINSIP – PRINSIP MEDIA DAKWAH
            Media dakwah dapat berfungsi sebagaimana mestinya apabila tepat dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya serta prinsip – prinsip penggunaannya. Dibawah ini dijelaskan mengenai :
1.      Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan di dalam memilih media dakwah.
Hal-hal yang menjadi pertimbangan disaat memilih media dakwah adalah:
a)      Tujuan dakwah yang hendak dicapai
Ø  Sesuaikah dengan tujuan yang hendak di capai ?
Ø  Dapatkah tujuan dakwah tercapai dengan efektif dan efisien jika menggunakan media dakwah tersebut ?                                        
b)      Materi Dakwah
Ø  Sesuaikah dengan bahan dakwah yang akan disampaikan?                                
 

c)      Sasaran Dakwah
Ø  Apakah dengan media itu, orang mudah menerimanya?
Ø  Apakah penggunaan media sesuai dengan kemampuannya?
Ø  Apakah sesuai dengan kondisi daerahnya?
Ø  Apakah dengan media itu sesuai dengan pola berfikirnya?
d)     Kemampuan Da'i
Ø  Mampukah menggunakan media itu?                                          
e)      Ketersediaan Media
Ø  Mudahkah mencari media yang dipilihnya?
Ø  Adakah biaya untuk mengadakannya?                                        
f)       Kualitas Media
Ø  Bagaimana kualitas media itu?
Ø  Bagaimana keberhasilan itu, dalam pengalaman lampau?
2.      Prinsip -  prinsip Pemilihan Media
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu memilih media dakwah :
a)        Tidak ada satu mediapun yang paling baik untuk keseluruhan masalah atau tujuan dakwah. Sebab setiap media memiliki karakteristik (kelebihan, kelemahan, dan keserasian) yang berbeda- beda.
b)        Media yang dipilih sesuai dengan tujuan dakwah yang hendak dicapai
c)        Media yang dipilih sesuai dengan kemampuan sasaran dakwahnya
d)       Media yang dipilih sesuai dengan sifat materi dakwahnya.
e)        Pemilihan media hendaknya dilakukan dengan cara obyektif. Artinya pemilihan media bukan atas dasar kesukaan da'i.
3.      Prinsip – prinsip Penggunaan Media
`           Prinsip- prinsip yang dapat digunakan sebagai pedoman umum dalam mempergunakan media dakwah adalah:
a)      Penggunaan Media Dakwah bukan dimaksudkan untuk mengganti pekerjaan da'i atau mengurangi peranan da'i
b)      Tiada media satupun yang harus dipakai dengan meniadakan media yang lain.
c)      Setiap media memiliki kelebihan dan kelemahan
d)     Setiap hendak menggunakan media harus benar-benar dipersiapkan atau diperkirakan apa yang dilakukan sebelum, selama dan sesudahnya[7]
Dari segi sifatnya, media dakwah dibagi menjadi dua golongan yaitu:
1)    Media Tradisional,
yaitu berbagai macam seni pertunjukan yang secara tradisional dipentaskan didepan umum (khalayak) terutama sebagai sarana hiburan yang memiliki sifat komunikatif, seperti wayang, ludruk, drama, ketoprak, karawitan, panembromo dan sebagainya.
2)    Media Modern,
disebut juga sebagai media elektronika, yaitu media yang dilahirkan dari tekhnologi modern. Yang termasuk media modern ini antara lain televisi, radio, surat kabar dan sebagainya.[8]
u Karakteristik jenis-jenis Media Massa
a)      Radio
Radio Sebagai media dakwah memiliki beberapa keutamaan antara lain:
1.      Program radio dipersiapkan oleh seorang ahli, sehingga bahan yang disampaikan benar-benar berbobot atau bermutu
2.      Radio merupakan bagian dari budaya masyarakat
3.      Harga dan biaya cukup murah, sehingga masyarakat mayoritas memiliki alat itu.
4.      Mudah di jangkau oleh masyarakat. Artinya audien/ pendengar cukup dirumah
5.      Mudah di bawa kemana-mana.
Keterbatasan atau kelemahan media radio sebagai media dakk dakwah antara lain adalah:
1.      Siaran hanya sekali didengar (tidak dapat diulang)
2.      Siaran Radio tidak setiap saat dapat didengar menurut kehendaknya (obyek dakwah)
3.      Terlalu peka akan gangguan sekitar, baik bersifat alami maupun tehnis.                               

b)      Televisi
     Televisi sebagai media dakwah adalah suatu penerapan dan pemanfaatan hasil tekhnologi modern, yang mana dengan pemanfaatan hasil tekhnologi itu di harapkan seluruh aktifitas dakwah      dapat mencapai sasaran (tujuan) yang lebih optimal baik kuantitatif maupun kualitatif.
Kelebihan media dakwah dengan televisi:
·      Dapat dilihat dan didengar oleh seluruh penjuru tanah air bahkan luar negri, sedangkan mubalignya hanya pada pusat pemberitaan (studio) saja
Kelemahan media dakwah menggunakan televisi
·      Kadang-kadang masyarakat dalam menonton hanya sebagai pelepas lelah (hiburan), sehingga di lain hiburan mereka tidak senang.
c)      Surat kabar dan Majalah
Surat kabar dan majalah merupakan media dakwah menggunakan tulisan
a.         Media ini memiliki keunggulan antara lain:
·      Mudah dijangkau oleh masyarakat, karena harganya relatif murah.
·      Dapat dibaca berulang kali, sehingga dapat dipahami atau dihafal sampai mendetail
b.        Kelemahan
·      Memiliki keterbatasan pada mereka yang bisa membaca dan yang dapat memahami bahasa pers
·      Bilamana surat kabar itu sering dibaca akan menghabiskan uang yang relatif banyak jika dibandingkan dengan media lainnya.[9]
d)     Internet
Internet adalah media dan sumber informasi yang paling canggih saat ini sebab tekhnologi ini menawarkan berbagai kemudahan, kecepatan, ketepatan akses dan kemampuan menyediakan berbagai kebutuhan informasi setiap orang, dimana saja dan pada tingkat apa saja.
                        Tujuan Positif Orang Memanfaatkan Internet:
1.    Berbagi data penelitian dan pekerjaan diantara rekan sejawat dan individu-individu dalam profesi yang sama.
2.    Berkomunikasi dengan orang lain dan mengirim file melalui e-mail

3.    Meminta dan memberikan bantuan dengan mengajukan permasalahan dan pertanyaan
4.    Memasarkan dan memplubikasikan produk dan saja
5.    Mengumpulkan umpan balik dan saran-saran dari para pelanggan dan rekan bisnis.
     Dan sesungguhnya potensi pemanfaatan internet semata -mata tergantung pada pandangan dankreatifitas pengguna. Dan selama internet terus berkembang, pemanfaatan baru dan inovasi pemanfaatan pasti akan terus berlanjut.
     Secara survey, sejauh ini memang belum ada penelitian mengenai efektifitas pemanfaatan internet bagi kepentingan dakwah islam. Tapi yang pasti, dilihat dalam beberapa tahun belakangan, dikalangan akademisi telah memanfaatkan sarana internet secara optimal bagi pengembangan syiar agama. Hal tersebut misalnya ditandai dengan banyak bermunculan situs baru bernuansakan islam.
     Sebab itu, bisa dikatakan dakwah melalui internet, dapat menjangkau siapapun dan dimanapun asalkan yang bersangkutan mengakses internet.
     Dari sisi dakwah, kekuatan internet sangat potensial untuk dimanfaatkan. Internet dapat mempererat ikatan ukhuwah islamiah yang terkadang dibatasi lingkup wilayah.[10]
IV. KESIMPULAN
       Dakwah dapat dilaksanakan dengan berbagai metode seperti, ceramah,diskusi, tanya jawab, dan sebagainya. Oleh karena itu dalam berdakwah walaupun sudah menggunakan media modern namun tidak menghilangkan media tradisional yang masih digunakan dengan baik, sehingga dalam berdakwah penggunaan media tersebut dapat disesuaikan dengan keadaan masyarakat setempat. Karena keadaan lingkungan masing- masing masyarakat tidak selalu sama, maka materinya juga harus bervariasi menyesuaikan keadaan dimana juru dakwah harus mencari masalah – masalah yang dihadapi dan sekaligus memikirkan pemecahannya yang nantinya menjadi bahan pembicaraan dalam berdakwah.
V.     PENUTUP
      Demikian makalah ini saya buat semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu bagi pemakalah khususnya dan bagi pembaca umumnya. Saya yakin makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca sangat saya butuhkan.
DAFTAR PUSTAKA 
n  A,Abraham, Dampak Negatif Jejaring Media, Surabaya: PT.Java Pustaka Media Utama, 2010.
n  Baroroh,Umul, dkk, Efek Berdakwah Melalui Media Tradisional, Semarang: IAIN Walisongo,2009.
n  Syukir,Asmuni, Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam,Surabaya: Al-Ikhlas, 1983.
n  Mahmudin, Manajemen Dakwah Rosulullah, Jakarta: RESTU ILAHI, 2004.
n  Mulkhan,Abdul Munir, Ideologisasi Gerakan Dakwah, Yogyakarta: SIPRESS,1996


[1]    Abdul Munir Mulkhan, ideologisasi gerakan dakwah, Yogyakarta: SIPRESS, 1996, hlm.58
[2]                 Mahmudin, Manajemen Dakwah Rosulullah, Jakarta: RESTU ILAHI, 2004, hlm. 7
[3]    Umul baroroh,dkk, Efek Berdakwah Melalui Media Tradisional,Semarang: IAIN WALISONGO,2009, hlm.1-2
[4]              Asmuni syukir, Dasar-Dasar  Strategi  Dakwah Islam, Surabaya: Al-Ikhlas,1983, hlm.17-19
[5]    Opcit, hlm.33-34
[6]    Opcit, Asmuni syukir, hlm.163-165
[7]    Ibid, hlm. 167
[8]    Opcit, hlm. 34-35
[9]    Opcit,Asmuni syukir, hlm. 170
[10]  Abraham.A, Dampak negatif  jejaring Media,Surabaya:PT. Java Pustaka Media Utama,2010,hlm.71-74

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar